23.12.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

NIAT, PROSES, AKSI & APRESIASI

Assalamu'alaikum kamu...

Long time no see ya, sorry tapi emang lagi bener-bener kehabisan jatah waktu luang :(
Malam ini aku lagi mau share pengalaman pribadi ku sekaligus pandangan ku ya. Ini tentang "APRESIASI". Ya...apresiasi. Penghargaan. Eit! Bukan pamrih loh ya :)
Kenapa bukan pamrih? ya, menurutku permintaan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain itu bukan hal yang salah, ya selama ga berlebihan. Ada saat nya kita perlu memberikan apresiasi kepada orang lain. Semisal ketika orang lain itu telah melakukan hal positif yang bisa meningkatkan kualitas hidupnya bahkan jika memang dengan hal positif yang ia lakukan mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. 

Mulai....

Sebelumnya aku bilang kalau aku mau share soal pengalaman pribadi kan ya :)
Nah, jadi begini. Suatu ketika, kurang lebih 7 tahun yang lalu. Ada seorang gadis yang tanpa sengaja terlibat percakapan yang serius tapi santai dengan ibu nya :

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gadis : "Bu, nanti kalau masuk SPENSA mau pake jilbab ya?"


Ibu     : "Kamu yakin?"


Gadis : "Iya dong bu"


Ibu     :"Tapi ibu yang ga yakin"

Gadis :"Loh? Kenapa bu?"

Ibu    : "Ibu ga mau jilbab yang nutupin auratmu nanti itu yang awalnya niatnya baik justru jadi pisau tajam buat kamu kalau ga hati-hati"

Gadis :"Maksudnya bu?"

Ibu    : "Ibu ga mau kalau kamu cuma makai jilbab karna musim, atau latah ngikutin temen-temen mu aja. Ibu ga mau kalau sampai liat anak ibu bongkar-pasang jilbab kaya perempuan lain, kamu berani komitmen dari sekarang engga?"

Gadis :"emmmmmm ._."

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, gadis itu aku...lalalallaa
Sebenernya waktu denger ibu bilang gitu, hati ini jadi galau. Niat sudah ada, tapi kalimat ibu ada benar nya juga. Waktu itu aku masih duduk di kelas 6 SD. Niat nya, masuk SMP aku mau mulai pakai jilbab. Tapi emang bener sih, kalau disekolah masih ada pelajaran penjaskes. Dan bukan hal yang asing lagi kalau temen-temen yang udah pakai jilbab sering buka jilbab nya pas olahraga. Sedih sih liat nya tapiiii :(
Mungkin seperti itu yang ibu takutkan. Ya, aku paham. Jadi, dimulai dari NIAT, perlahan aku rasa aku mulai memasuki PROSES hijrah dalam hidupku. Memang selagi SMP aku memang belum berjilbab, merasa bersalah memang, sampai aku duduk di bangku SMK pun aku masih belum berjilbab. Ya, semakin merasa bersalah. Coba hitung? berapa tahun niat ini hanya menjadi niat tanpa realisasi? Ya, hatiku saat itu memang belum mantap. Bukan ragu untuk menutup aurat, aku cuma takut mempermainkan komitmen. Karena pada dasarnya aku adalah orang yang sangat menghargai komitmen. Komitmen itu seperti sumpah bagiku. Pantang dilanggar. Jika aku melanggar maka aku akan merasa menjadi manusia paling munafik. Sekali berkomitmen, maka ia tetap komitmen, bukan bualan semata. Itu aku 

Sampai suatu ketika, tibalah saat dimana aku sebagai murid kelas 2 SMK harus mengikuti magang. Kebetulan kala itu aku berkesempatan magang di Telkom Bogor Jawa Barat. Banyak sekali pengalaman berharga yang aku dapatkan disana, mulai dari kuliner, budaya sampai masyarakatnya yang ramah. Kurang lebih 3 bulan tinggal di sana. Aku lumayan banyak memiliki kenalan baru di Bogor. Termasuk karyawan di kantor. Mulai dari karyawan kantor biasa, sampai bagian lapangan. Disana aku juga bertemu dengan karyawati muda yang juga sedang mengikuti  studi di IPB Bogor, ah lupa jurusannya. Aku biasa memanggilnya mba Puni :) . Disana aku juga memiliki banyak orang tua baru, ya mereka seperti orang tua bagiku selama aku tinggal di Bogor. Mereka adalah atasan ku di kantor, mereka sangat perhatian, baik, bahkan sering memberiku petuah. Pak tatang, beliau seperti ayah bagiku. Setiap hari, ada saja petuah nya untukku. Aku ingat sekali betapa mendorong nya beliau agar aku menutup aurat. Kalimat ini sangat sering dilontarkannya kepada ku :

"Neng, sini coba liat foto kemaren (kebetulan Pak Tatang hobby nge-foto anak-anak magang). Coba liat si eneng kalau lagi senyum, manis ya? Kaya china . Tapi lebih geulis lagi kalau pakai hijab neng. Bukan cuma manusia yang suka ngeliatnya, Allah juga pasti jatuh hati anakku" 

Ya, beliau sangat sering mengarahkan ku untuk menutup aurat, tapi banyak pertimbangan. Apalagi waktu itu aku manu naik kelas 3 SMK, seragam ku? harus beli baru lagi yang panjang dong? Begitu mendengar curhatanku tentang niat ku yang sudah ada hanya saja terganjal seragam, Pak Tatang justru semakin mendorongku, beliau sampai mau membelikan ku seragam baru agar aku akhirnya menutup aurat. Sayang nya, aku terikat dengan sekolah swasta yang punya seragam sendiri yang ga dijual dipasaran. Jadi, lagi-lagi niat ku gagal terealisasi. Ya, waktu itu bahkan sampai sekarang pun aku masih dalam PROSES ya, aku memang belum berhijab karena seragam sekolahku masih pendek, tapi kalau untuk keluar rumah aku sudah mulai menutup aurat. Ya, segalanya butuh proses. Dan aku mengapresiasi itu :)

Ga cuma tentang berhijab, soal sholat lima waktu pun beliau sering memberiku petuah bahkan sindiran kecil untuk kebaikanku. Beliau memang sering menjadi imam di mushola kantor jika adzan sudah terdengar. Kadang, ada kalanya tugas kantor menumpuk dan akhirnya khilaf. Memang belum telat, tapi akhirnya aku sholat terlambat. Semisal sholat dzuhur jam setengah 3 atau jam 3. Pasti deh kena sindir ayah ku yang satu itu

"Neng? habis sholat ashar? kan belum masuk ashar?" | "emm hehe dzuhur pak" | "oh kirain neng kecepetan sholat ashar, lihat deh jam berapa ini" | JLEB 

Suatu hari, ibu-ibu kantor mengajak aku untuk ikut ke majelis yang rutin diadakan setiap jumat dikantor dan kebetulan saat itu yang menjadi pembicara nya adalah ust. hari mukti , itu tuh rocker tempo dulu yang sekarang udah taubat dan akhirnya aktif berdakwah. Karna dadakan, kostum pun cuman pakai seragam sekolah. Ceramahnya pun nyesek banget, jadi ngerasa paling berdosan. Kurang lebih gini nih pernyataan yang bikin hati galau segalau-galaunya waktu itu

"selangkah kita ga berhijab keluar rumah, selangkah lebih dekat ayah kita ke neraka" 

Oh meeeeeeen! :(
Apalagi waktu itu cuman aku dan salah satu temen ku aja yang ga berhijab. Sementara setelah majelis selesai, karyawati pada ngobrolin ceramah tadi tepat diantara aku. Ya Allah rasanya itu nyesek banget. Ngerasa hina sendiri. Ngerasa jahat sendiri :(

Ya, Bogor kota Beriman,  aku iyain deh. Masyarakatnya ramah, dan kebetulan disekitarku juga taat semua, dengan jilbab yang menutup dada, rok panjang, baju longgar, ah ngeliat mereka itu bikin adem . Aku yang perempuan normal aja ngeliatnya adem, apalagi lawan jenis coba? adem, aura nya itu loh..Masya Allah banget lah :')

Sepulang dari tugas magang ku di Bogor, tekad ku semakin kuat. Dan komitmen ku pun sudah mantap untuk berhijab. Aku memulai menyiapkan "persenjataan", ya..aku mulai mengoleksi jilbab dan baju dengan langan panjang, celana panjang. Ya, sudah kuputuskan untuk semakin memperbaiki cara berpakaian ku selepas duduk di bangku SMK. Ya, setelah menjadi mahasiswi aku sangat yakin dengan keputusanku untuk berhijab. Ya, walau aku akui semuanya masih jauh dari sempurna, bahkan seberusahanya aku pun tidak akan mencapai kata sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik-Nya. 

Dan aku tau aku sedang berada didalam PROSES, dan aku menikmatinya. Sedikit demi sedikit, perlahan tapi yakin. Aku mulai meluruskan yang serong, aku hapus semua foto pribadiku yang memperlihatkan aurat ku di sosial media. Aku takut. Takut jika Allah lebih dulu memanggilku sebelum aku sempat membersihkan sosial media ku dari foto-foto yang mengumbar aurat, dan itu akan menjadi pemberat timbangan dosaku yang akan terus menjadi dosa jika tetap kubiarkan lelaki yang bukan muhrimku melihat dengan bebas foto pribadiku. Ya, aku mulai berjaga-jaga dalam menshare foto-foto disosial media.

Satu PROSES  lagi kulewati..

Ga kerasa saat itu aku sudah sampai di semester 4 dalam menempuh jenjang pendidikan strata 1 ku.Pikiran ku mulai mengajak mu memutar otak. Ada yang harus diperbaiki setiap waktu nya. Ya. Selalu. karena waktu begitu berharga untuk dilewati begitu saja tanpa ada perubahan positif untuk diri ini. Masih banyak yang perlu diperbaiki dari diri ini. Ya, target ku selanjutnya adalah berusaha hijrah dari celana ke rok. Ya, tentu perlu proses. Jadi sampai saat ini pun aku masih berusaha mengoleksi rok untuk keseharian, mengurangi penggunaan celana. Dan jujur sampai di tahap ini, sekarang jika mengenakan celana. Ada rasa aneh dan ga nyaman yang kurasakan. Ya, aku sudah terlanjur nyaman dengan rok. Sabar ya, baru separo koleksi celana yang dimuseumkan, beberapa waktu kedepan Insya Allah dilemari cuma akan ada rok dan celana kain dan mungkin training aja. No jeans. Berhijab pun mulai kuperhatikan, sebisa mungkin menutup dada. Aku tau cara berhijab ku pun belum benar sepenuhnya. Tapi selalu kuusahakan untuk terus memperbaikinya. Kan ga lucu koleksi masih dikit, bentar panjang bentar pendek. Yang ada jadi omongan orang lagi kan "katanya hijab panjang, kok besok nya udah pendek lagi, udah ga syar'i lagi?" . Uuhh bikin kuping panas. Ya itu sih biasanya keluar dari mulut mereka yang ga menghargai arti sebuah perubahan positif, niat positif, cuma cari celah buat dapetin negatifnya. haha. dont care! :p Pelan-pelan ya :)
Ya kan Allah Maha Tahu, apalah arti pandangan manusia jika memang pandangan itu salah? Yang penting kan pandangan Allah untuk kita.  Ya kan? Hina dimata manusia sih I dont care lah ya, asal ga terlanjur terus-terusan hina dimata-Nya aja. Itu.. :)

Satu NIAT lagi...

2014 didepan mata, apa resolusi mu?
aku ingin mencapai apa yang sebelumnya aku pikir tidak mungkin ku capai, aku ingin lebih dekat dengan-Nya. aku ingin menarik perhatian-Nya. aku ingin mendapatkan hati-Nya.

Akhir 2013... Kesibukan yang padat bikin manusia sering khilaf. Ya aku. Aku jadi jarang puasa sunnah lagi. Hiks... Dan 2014 menjadi tahun target untuk menggalakan SHAUM! lalalalalala
pahala itu sebenernya banyak cara dapetinnya, cuman dikit aja manusia yang mau dapet bonus dari Allah :"
Nah! di tahun 2014 jika Allah berkenan memperpanjang waktu ku didunia. Mau dong mentradisikan puasa sunnah, sholat sunnah juga. Aamiin Insya Allah tekad sudah bulat! Yeah! :)

Psssst segitu aja deh ya bocoran resolusi ku :)
Bahkan belum niup terompet ganti tahun loh ini, eh malah udah main bongkar aja. Hihi
Tolong aamiinkan yang baik ya, jangan ditiru yang buruk nya :)
Cerita ini sungguh bukan untuk memamerkan diri, atau hal semacamnya. 
Cerita ini murni dengan niat berbagi, supaya kamu kamu dan kamu bisa mengambil hikmah positif dari cerita hidupku.


HIDUP ADALAH PROSES. HARGAI PROSES. MAKA KAMU MENGHARGAI HIDUP. HIDUPMU. HIDUP ORANG LAIN :)

Keep fight! keep spirit! keep sabr!
Keep pray and sholat! :)

Wassalam :)
25.11.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Itu Lah Kenapa "Bertanggung Jawab" itu Jadi Point Penting

Assalamualaikum

Sore itu, aku dan sahabatku numpang kerja kelompok di laboratorium komputer. Yang kebetulan asisten lab nya juga temen kami, inisial "W". Ga ada angin ga ada hujan. Tiba-tiba dia datengin kami dan memberikan beberapa pertanyaan sensitif kepada kami. "Katanya" sih buat survey. Ya karena kami cukup kenal dia, ya kami ladenin kan ya. Awalnya sih biasa aja, taunya pertanyaannya sesuatu sekali -_-

Kurang lebih sih begini:
1. "Berapa 'mantan' yang kalian punya?" 
2. "Sejak kapan kalian kenal 'pacaran'?"
3. "Pendamping hidup yang baik menurut kalian?"

Oh men -_-
pertanyaan macam apa ini.

Nah, berhubung topik pembahasan tulisan kali ini adalah :

"BERTANGGUNG JAWAB"

Jadi itu lah jawaban dari pertanyaan nomor tiga. No 1 dan 2 nya cukup kami yang tau. haha
Why BERTANGGUNG JAWAB ?
Kenapa?

Ya ini sih dari sudut pandang aku sih ya, setiap individu kan punya sudut pandang yang berbeda-beda. Nah, kalau menurutku "Bertanggung Jawab" itu satu kata yang sifatnya "mobile". Ga percaya? Sini aku terangin (ga pake nyalain lampu dulu kok :p ). Sebelumnya aku perjelas dulu, point ini adalah point utama. Ya, POINT UTAMA tapi BUKAN POINT TERUTAMA. Lah point terutamanya ada lagi Ndah? Ya yang ini sih klise, relatif, umum, POINT TERUTAMA nya ya tentang IMAN. Udah cukup ya, entar malah kemana-mana nih ga fokus ke "bertanggung jawab" tadi. Kembali lagi kebahasan awal. Antara point utama dan point terutama tadi pun punya benang merah. Ya, karena jika seseorang itu adalah orang yang bertanggung jawab. Ia pasti bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Ia pasti bertanggung jawab atas keluarganya, nama baiknya, martabatnya, agama, bangsa bahkan negara nya. Benar? 

Bertanggung jawab atas diri sendiri merupakan level awal dari "pantas" tidaknya seseorang itu diberikan kepercayaan. Jika ia mampu bertanggung jawab atas dirinya, ia pasti akan membangun jati dirinya menjadi sosok luar biasa. Ga perlu luar biasa dimata dunia. Minimal ia sudah cukup luar biasa bagi orang-orang disekitarnya. Bagi orang-orang yang menyayangi nya. Bertanggung jawab terhadap diri sendiri itu contoh simplenya ya bersyukur atas apa yang sudah Allah beri. Misal badan, jika ia bertanggung jawab ia tidak akan "merusak" badan nya dengan yang tidak bermanfaat bahkan merugi. Sebut saja rokok dan lain sebagainya.

Jika ia pribadi yang bertanggung jawab, ia pasti bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Pilihan hidup sebagai seorang muslim misalnya. Itu artinya sudah seharusnya ia menjadi seorang yang takwa. Ya, menuruti segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukan sekedar mengetahui teorinya saja. 

Jika ia cukup mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Insya Allah itu pertanda ia mampu bertanggung jawab atas keluarganya. Semisal bertanggung jawab sebagai anak yang baik, menyenangkan, pendamai diantara keluarganya. Menjadikan kehadirannya laksana bintang ditengah hamparan langit malam. Menjadikan dirinya laksanan oase ditengah gurun pasir yang kering dan panas.

Jika ia sudah mampu bertanggung jawab atas keluarganya. Itu artinya sudah semakin banyak saja "point percaya" yang diberikan orang lain bagi dirinya. Itu artinya tidak menutup kemungkinan banyak "orang lain" lainnya yang juga menaruh rasa percaya terhadap dirinya. Nah, ketika ia berada diposisi ini. Seharusnya ia mampu membuktikan bahwa ia pantas dipercaya. Disini pula ujian "bertanggung jawab" itu diberikan kepadanya. Dengan catatan apapun yang dipercayakan orang lain itu memang mampu ia laksanakan. Karna jika ia memaksakan diri menyanggupi apa yang diujikan padanya sedangkan kemampuannya tidak mencukupi. Justru point "tanggung jawab" itu akan berbalik menjadi "lalai". 

Jika pun ia memilih pasangan hidup, dan jika ia "bertanggung jawab". Sudah pasti ia akan selalu berusaha membahagiakan pasangannya sampai ajal menjemput. Sudah pasti ia akan merubah rumah mereka layaknya surga. Penuh dengan kebahagiaan. Diselimuti kedamaian. Canda dan tawa sebagai perenyah suasana kebahagiaan. Emm, tapi jadi catetan pribadi ku nih. Bertanggung jawab sih boleh, tapi bukan berarti karena sanggup bertanggung jawab terus enteng banget buat poligami ya. Is A NO! *for me -_- Ya mungkin aku izinkan, itu pun KALAU yang jadi target keduanya udah renta dan perlu perlindungan. Plis deh ya jangan jadikan cerita nabi untuk alasan poligami. Iya sih iya ngikutin nabi, tapi iya gitu artinya milih yang cantik muda sehat bahkan masih sanggup bertahan sendiri tanpa perlindungan? Nabi punya alasan tersendiri untuk poligami. Mari kita beri judul "Ketika 'nafsu' menjadi alasan dari pembenaran diri" #ppffft Kalau bener iya, serius.. sama sekali bukan termasuk yang "bertanggung jawab". Leave him! 

Nah, jika ia bisa membuat cap "bertanggung jawab" pada dirinya sendiri. Calon mertua mana yang akan menolak anak nya dilamar dengan seseorang yang bertanggung jawab? 
Ya kan? That's why..kenapa jawaban dari pertanyaan no 3 tadi adalah "BERTANGGUNG JAWAB"



Itulah tadi beberapa hubungan kenapa "bertanggung jawab" itu jadi point penting. Sebenernya sih masih banyak lagi hubungan lainnya. Semisal jika ia bertanggung jawab terhadap lingkungan ia pasti ga akan buang sampah sembarangan. Atau, jika ia bertanggung jawab terhadap peraturan..ia pasti ga akan menerobos lampu merah apalagi korupsi! . Jika ia bertanggung jawab, ia pasti akan menepati janji nya. Dan masih banyak lagi lah contohnya :)

Ya semoga kita bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab ya :)
Kamu sendiri yang akan menciptakan "cap" yang ada pada dirimu dimata orang lain.
Ini bukan berarti pencitraan diri, tapi memang untuk membuat pribadi yang berkualitas.
Ga perlu nunggu orang lain "mandang" kita baru kita bertanggung jawab. Semua dimulai dari sini. Iya. Niat dari hati yang tulus untuk memperbaiki diri. 

Selamat bermalam selasa :)
Wassalam
16.11.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Jangan Liat Sampulnya


Assalamualaikum

Dear, you.. yes you..
Malam ini malam minggu, berarti tadi pagi adalah Sabtu Pagi :)

Sesuai judulnya, malam ini saya akan menceritakan alias mengeluarkan aspirasi dan apapun lah itu namanya yang saya rasa, pikir dan alami baru-baru ini.

Hmmm, jadi begini. Blak-blak-an aja lah ya. Ternyata eh ternyata, usut punya usut. Saya melihat dengan mata kepala sendiri. Bukti dari "kita tuh sebenernya ga bisa nilai orang lain cuma dari luarnya doang". Dia yang tampak diam, bukan berarti ga punya aspirasi. Dia yang tampak cerewet juga ga selalu pinter. Dia yang tampak baik juga belum tentu tulus. Dia yang tampak tegar juga bukan berarti bebas dari galau. Ya begitulah teorinya. Dan hari ini saya membuktikannya ~ #tssah

Suatu ketika, saya memiliki sahabat-sahabat yang nano-nano. Why? yaiyalah. Mereka itu abstrak. Pada dasarnya baik, tapi banyak bumbunya. Ada yang selengean, ada yang baung alias playboy tapi niat insyaf (ga tau deh kapan realisasinya), ada yang kecanduan sama pevita pearce, ada yang ide nya banyak banget sampe susah nampungnya, ada yang lola, ada yang tomboi, ada yang plestek. Tapi pada dasarnya mereka itu baik :)

Ternyata, dengan penilaian pribadi mereka yang seperti itu.  ga pernah nyangka, kalau diumur sekarang mereka udah mikir jauh banget kedepan. Banget. Saya ga nyangka aja, dengan keseharian mereka yang begitu, dengan cap yang terlanjur melekat diotakku tentang mereka yang begitu ternyata tersimpan rencana-rencana luar biasa dibalik kekanak-kanakan sikap mereka selama ini.

Berbelit-belit banget kamu mah Ndah. Ahahaha..sengaja :P
Oke, jadi gini. Semua dimulai dari :
Tadi pagi, kebetulan ada acara organisasi yang saya dan sohib-sohib seperjuangan harus hadiri. Jadi, ketemulah kami ditempat itu. Biasa, diawali dengan keusilan mereka yang selalu ga pernah bosen-bosennya mancing saya, atau ngegodain saya soal asmara. Haha...ya mereka selalu bilang "Kami tu bakal berhenti kalau kamu beneran tebar undangan Ndah" -__-
Oke, SKIP!

Kemudian, karena perut mulai keroncongan. Pindahlah tongkrongan kami ke kantin. Yiihaa..
Awalnya seperti biasa, canda tawa lagi diantara kami. Namun, mendadak suasana berubah serius ketika salah satu diantara kami mulai berbicara dengan mimik serius. ASLI

Awalnya, kami kira becanda lagi. Ternyata asli serius. Kenapa? Ya gimana ga serius kalau perbincangannya tentang "NIKAH". OH GOD :")
Saya ga pernah nyangka diumur segini (20) mereka kepikir sampai kesana loh, saya pikir mereka masih males mikir kesana, masih mau bebas, masih ga mau meribetkan pikiran untuk pikiran yang seperti itu. Ternyata, ga nyangka. Dengan mimik serius, dia cerita kalau dia serius. Kalau dia punya prinsip hidup ditahun ke-2 sampai ke-3 kuliah, dia akan mulai berpikir serius. Bahkan dia mulai "menabung" yang katanya buat modal nikah dari sekarang. Ya, taulah biaya nikah itu ga murah. Apalagi suku kami "Jawa" yang biasanya memang seharian acaranya. Katanya sih, Insya Allah tabungannya akan cukup dipakai modal nikah untuk 3-5 tahun mendatang..Ga sampai disitu, bahkan dia sudah punya rencana gimana caranya dia nanti membuat jodohnya terkesan saat hari itu tiba..siapapun jodohnya nanti  :')


Memang, pernikahan itu butuh modal yang banyak. Ga cuma materi, tapi juga mental. Kesiapan dan kematangan kedua insan manusia tersebut juga harus pasti. Pernikahan bukan sekedar main uno, main monopoli apalagi domino. Bukan! Pernikahan juga bukan sekedar pembuktian yang sering dibilang "CINTA". Pernikahan ga sebatas hanya menyatukan 2 sikap dari 2 individu, bukan hanya menyatukan sifat 2 individu, tapi juga menyatukan 2 keluarga, 2 adat, 2 istiadat, 2 keyakinan, 2 paham, 2 tradisi yang kesemuanya berpotensi memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dan menyatukan kesemuanya itu bukan hal yang gampang. Ciyus! Saya apresiasi bagi kalian yang berani memutuskan untuk melangkah ke jenjang ini (baru dapet undangan nikahan temen lagi tanggal 24 November 2013 -_- ) . Artinya, kalian punya keberanian yang besar. Dan saya yakin, kemantapan, kesiapan, dan yang terpenting rasa berani TANGGUNG JAWAB kalian terhadap keputusan ini sudah 100%. Barakallah :)

Kembali ke kantin..
eh, kembali ke cerita dikantin tadi..

Percaya ga? Ada 3 orang perempuan yang waktu itu ada disitu, sedang memperhatikan cerita si empunya cerita hidup (termasuk saya) yang secara ga sengaja menitikkan air mata haru. Sweet banget, jarang banget saya temuin laki-laki sepantaran saya yang punya pikiran sejauh itu. Seterencana itu. Ya saya tau itu baru rencana, tapi saya mengapresiasi rencananya. Seengganya itu membuktikan kalau dia punya rencana masa depan, yang memang matang dia persiapkan untuk masa depannya. Padahal belum tau siapa jodohnya. Ya faktanya, wanita memang lebih sensitif soal "gitu"-an . Tapi saya ga pernah heran kalau dijangka umur yang sekarang (20-25) tahun bukan hal yang aneh lagi kalau perbincangan antara perempuan itu tentang pernikahan. Ya terang aja, itu kan kisaran umur ideal wanita #eeaaa. Yang saya heran ya temen saya ini, jarang loh laki-laki umur segini udah mikir sejauh itu. Rata-rata masih mau menikmati hidup, masih cari jati diri, masih menomor sekian kan hubungan, masih besar rasa takut nya. Masih ga mau dipusingkan dengan makhluk yang dinamakan "wanita" (kecuali main-main atau sekedar status). Ga percaya? Coba datengin temen cowo kamu yang kamu cap sebagai "playboy" atau ya yang selengean gitu.. rata-rata pasti akan bilang "Ya ampun, jauhnya sudah omongan. Kebeletnya kalian" ~ lalalala :p

Salut deh buat kamu, ga nyangka loh pikiranmu sampai kesitu. Semoga apa yang kamu tuju tercapai ya :)
Semoga berhasil menjemput "bidadari" yang kamu mau
Semoga lekas halal, Insya Allah niat baik ada jalan-Nya :)
Semoga modal nikahnya cepet terkumpul, jadi kami cepet dapet undangan ya :D
Cepet kasih keponakan saya, ahahaha :D
Jadi, kalau saya yang naik pelaminan kamu udah ngegandeng istri,
Si istri ngegendong keponakan saya ^ . ^

Senyuman kalian, bahagia saya :)
Aamiin 

Wassalam
9.11.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Tentang yang Bersungguh-sungguh

Assalamualaikum ^ ^

Long time no see ya..
Sorry sedang berperan jadi miss busy. Haha
Duh, sebenernya banyak banget episode hidup saya yang mau saya bagi.
Tapi... oke deh secara umum aja lah ya :)

Mulai dari mana? Ok deh.
#Chapter1
Ini tentang amanah organisasi. Beberapa waktu yang lalu. Saya dan rekan satu tim saya diamanahi untuk menjadi tim sukses beberapa perlombaan yang diadakan di kampus. Sebut aja mading 3D, Stand Himpunan di Expo Fakultas, dan Paduan Suara Himpunan yang kesemuanya tadi diperlombakan.
Singkat cerita, Alhamdulillah Ya Allah
Semuanya dapet juara :)
Dan saya benar-benar merasakan "NYATA" nya kalimat ini "Berhasil itu adalah untuk mereka yang bersungguh-sungguh". Sesuai lah menurut saya dengan apa yang sudah kami usahakan :

-Mading 3D kami buat dalam waktu semalam sampai ga pake acara tidur loh (ada sih, dikiiit) haha
( maaf banget ga nemu foto yang kece, jadinya yang udah agak kumel ini -_- )

-Stand Himpunan juga, ide konsep crew sampai pengerjaannya paket kilat! sama, ini bikin jam tidur kami porak-poranda #halah


-Paduan Suara-begh! yang ini paling kerasa EXTREME TEAMWORK nya. Ga usah panjang lebar lah ya, dengan berbagai konflik yang terjadi, yang secara nyata ga pernah kami mau kami harus memulai dari 0 lagi kurang dari H-14. Dari NOL. Baik tim vokal, kostum, konsep, semuanyaaaa. Jujur bagi saya pribadi, bisa mempersembahkan paduan suara ini.. menampilkannya diatas panggung pun sudah syukur. Apalagi terpilih menjadi salah satu juara.
(Tim Padus Himakom FMIPA Unlam 2013)

(indah *me, iphai, anis)

Tim nya pun itu itu aja, haha.. thanks a lot for my best partners iphai , sipaisan, aa ,wahyu dan bantuan dari rekan-rekan lainnya yang ga bisa disebutin satu-satu yajit, putu, ajin, aldi dan lain-lain. Ah kalian memang tim super! Kita ngonsep bareng, tuker ide, nyari bahan kesana-kemari sampai sampai saya di gelarin "The Queen of Kardus" gara-gara selalu dapet jobdesk nyari kardus -_-. Ngebagi waktu antara kuliah dan ngerampungin projek ini, begadang sama-sama sampai subuh, makan bareng, sholat berjamaah bareng, ketawa bareng, pusing bareng, stress bareng...aaaaaa bener2 tim super lah!
Lagi-lagi Allah kabulkan doa kami, walau KETULUSAN itu ga selalu dinilai TULUS oleh orang lain :')


#Chapter2
Lets talk about "hidup"
Santai bung, ga bakal berat kok. Yah, ini  sih berdasar apa yang saya liat, saya amati, saya pikir dan saya rasa :)
Kalau ada yang nanya ada orang yang hobby nganalisa kehidupan? saya bakal acungkan tangan. Haha
Why? Ya emang faktanya begitu. Kalau kesibukan mulai menjauhi waktu yang saya punya, pasti aja deh ada aja terlintas pikiran A-Z. Salah satunya ya tentang kehidupan.
Menurut kamu, dosa ga sih punya masa lalu yang kelam?
Banyak mereka yang enggan beranjak dari kehidupan yang dikelilingi "dosa" karena memang merasa sudah terlalu banyak punya "dosa" atau karena benar-benar enggan lepas dari "dosa" (dosa memang ga bisa dijamin lepas sih, karena manusia memang ga sempurna).
Tapi, menurut saya pribadi ya, justru orang-orang yang berpikir begitu yang merugi.
Begini, menurut saya... ga ada UU atau aturan atau kutukan yang menyebutkan orang-orang yang punya masa lalu yang rusak atau kelam itu ga akan pernah bisa bahagia atau mendapatkan hal baik dimasa depannya.
Selama ada niat dan tekad kuat, seseorang pasti bisa merubah hidupnya. Sekalipun dia berada diposisi "minoritas" diantara "mayoritas" yang berupa godaan yang setiap waktu menguji komitmen nya untuk berubah.
Ya, perlu ditegasin dulu nih. "berubah" disini konotasi nya positif loh ya :)
Tapi ga dipungkiri sih, banyak banget godaan yang bisa melumpuhkan komitmen.
Terus? apa yang harus dilakuin kalau gitu. Perkuat benteng mu :)
Ini keyakinan yang saya pegang, saya memang ga sempurna, juga ga selalu benar, saya juga pernah atau bahkan masih lalai. Karena nya sampai detik ini pun saya terus berusaha untuk memperbaiki apa yang ada pada diri saya. Saya selalu meyakinkan dihati "saya berubah, saya ingin berubah, saya akan terus berubah" dan apapun yang terjadi tidak akan pernah meggoyahkan keputusan saya. Kalaupun lingkungan saya tidak mendukung, saya akan terus mempertahankan apa yang saya yakini dan apa yang saya mulai. Misi saya adalah membawa orang-orang disekitar saya dalam kebaikan. Setidaknya saya bisa memberikan pengaruh positif disekitar saya. Walaupun mereka tidak berubah, setidaknya saya sudah mengajak dan memberitahu yang baik. Dan jangan sampai justru saya yang terpengaruh dan goyah tentang apa yang saya ketahui dan yakini saat ini. Semuanya hanya karna 1 alasan, saya terlanjur menyayangi mereka. Saya akan terus memperbaiki diri walau saya tau prosesnya pun panjang, dan harapan saya, semoga mereka bisa merasakan apa yang saya rasa, apa yang seharusnya mereka dekati dan apa yang seharusnya dijauhi, apa yang pantas dan apa yang tidak pantas, apa tujuan hidup mereka dan apa yang seharusnya dilakukan untuk menggapai tujuan tersebut. Semoga, kita dipertemukan kembali di surga-Nya kelak :)

Aamiin



19.10.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Tanpa Alasan

 Assalamualaikum
Entah perasaan saya, atau apa. Tapi setiap saya bersua dengan orang dan terlibat pembicaraan. Selalu saja masalah hati dan perasaan yang menjadi tranding topic. Jadi malam ini kita bahas tentang cinta. Kaya udah jago aja masalah cinta. Haha



Kamu percaya cinta? Saya percaya, apa pendapatmu tentang cinta?. Yang saya tau saya sangat mencintai ibu saya, bapak saya, kakak-kakak saya, mereka adalah alasan saya berjuang menggapai mimpi saya, mereka pula yang membuat tekad saya bulat untuk bisa membanggakan mereka, mempersembahkan apa yang mampu saya beri untuk kebahagiaan mereka. Ya, itu lah cinta saya untuk mereka. Lantas? Apa benar seperti itukah gambaran cinta dipikiranmu? Yang saya tau, cinta itu tanpa syarat, tanpa sebab, tanpa alasan. Sama hal nya ketika saya mencintai keluarga saya, mereka tidak perlu memenuhi berbagai syarat dari saya untuk bisa saya cintai. Karena cinta sudah terukir dalam dihati ini, bahkan saya kehilangan alasan untuk tidak mencintai mereka. Ya cinta itu tanpa alasan, penuh ketulusan, tanpa paksaan apalagi kebohongan.

Cinta bisa jadi rumit, jika…
Jika ia datang pada insan yang kurang tepat
Jika ia datang saat waktu yang tidak tepat
Jika ia datang saat keadaan yang salah
Dan jika kamu berpikir pendek, maka setelahnya kamu akan mulai menghakimi si “cinta”.
Memojokkan cinta, memaki cinta, dan menumpahkan seluruh kesalahan pada cinta

Cinta bisa mengundang kebahagiaan, namun ia juga mampu membuat harimu menjadi abstrak.
Seperti percakapan antara A dan B berikut ini :
A:” Sikapmu. Semut pun bisa tau bahwa kamu sedang jatuh cinta”
B:” Ah mungkin hanya perasaanmu saja. Aku tak mau jatuh cinta dulu lah”
A:”Tapi aku yakin kamu memang jatuh cinta”
B:”Aku bahkan sudah tidak bisa lagi membedakan mana cinta mana kagum. Bagaimana kamu bisa tau, aku sendiri tidak pernah tau”
A:”Aku orang lain. Memang. Tapi ingat, aku bukan orang kemarin sore yang kamu kenal. Kamu bilang tidak. Tapi aku tau matamu berkata YA saat kudapati kamu begitu semangat jika sekali saja kamu sempat melihatnya secara langsung.”
B:”Aku bahkan tidak merasa semangat, perasaanmu saja”
A:”Aku yang melihat, kamu yang tidak sadar. Kapan kamu sadar akan hatimu sendiri?”
B:”Aku benar-benar tidak mau bermain hati”
A:”Aku tidak menyuruhmu untuk bermain hati. Aku hanya menyuruhmu JUJUR untuk hatimu. Aku tau rasanya batinmu menahan dan menutupi rasa”
B:”Kapan aku berbohong?”
A:”Kamu memang tidak pernah berbohong, tapi kamu selalu berbohong untuk urusan hatimu”
B:”Aku tidak berbohong”
A:”Lalu?”
B:”Aku hanya ingin kebaikan yang terjadi, kebaikan yang mengelilingi orang-orang yang kusayang”
A:”Aku sudah tau, jawabanmu semakin memperjelas tentang perasaanmu yang sebenarnya. Itu lah cinta. Kamu selalu ingin memberi kebaikan untuk yang kamu sayangi”
B:”Tapi aku tidak mau”
A:”Kenapa?”
B:”Karena aku adalah sumber keburukan, aku tidak sebaik dan sebijaksana yang orang lain pikir. Aku percaya manusia selalu memiliki dua sisi berbeda dalam hidupnya. Aku bukan manusia yang dijamin baik, aku hanya manusia yang selalu ingin berubah menjadi lebih baik dari hari kemarin”
A:”Kamu keras kepala”
B:”Seharusnya bagaimana? Berteriak dihadapannya? Menggoda nya? Apa aku tampak serendah itu? Aku tidak akan pernah tega untuk merusak orang yang ku sayang, sama halnya aku tidak akan  pernah menyesal memiliki sahabat sepertimu”
A:”Lalu sampai kapan kamu pendam semua ini?”
B:”Aku tidak pernah memendam nya, aku hanya menyimpannya. Agar ketulusannya terjaga”
A:”Sekarang aku benar-benar yakin betapa kamu menyayanginya, bisa apa aku jika kamu tidak mau maju”
B:”maju? Aku hanya mengikuti scenario dari-Nya sobat”
A:”Semoga suatu hari nanti kalian dipertemukan ya”
B:”entahlah, aku tidak ingin hal itu”
A:”Kenapa?”
B:”Mencintai bukan berarti memiliki kan, melihat orang yang kamu cintai bahagia dengan hidupnya pun sudah cukup. Tolong jangan ungkit masalah perasaan, bisa?”
A:”Aku mulai paham, aku minta maaf”
B:”Ya, tak apa”
A:”Jadi kamu mau melupakan nya begitu saja?”
B:”Rencananya”
A:”aku rasa lebih baik, agar hatimu tidak tersiksa. Kenapa tak kamu biar kan memorimu terhapus? Kamu tau kan kamu salah?”
B:”Kamu kira aku tidak berusaha untuk melupakan hal yang tak seharusnya aku ingat? aku sudah berusaha, sangat berusaha. Tapi.. “
A:” Tapi apa?:
B:” Tapi pesonanya terlalu kuat. Semakin aku coba melupakannya, semakin kuat ingatanku tentang dia. Entahlah, baru kali ini aku bertemu lelaki seperti dia, dia begitu rumit. Maksudku, kami begitu rumit. Baru kali ini rasanya susah sekali melupakan seseorang. Melupakannya bagai berusaha mengingat seseorang yang tidak pernah aku kenal. Aku tidak pernah punya alasan, dan tau persis kapan aku mulai merasakannya. Hanya saja selalu ada rasa yang berbeda saat aku melihatnya. Dan tolong jangan minta aku perjelas, karena aku juga tidak tau bagaimana menjelaskannya. Kamu paham maksudku?”
A:”Lalu bagaimana dengan dia sendiri?”
B:”Dia? Aku tak pernah mau tau bagaimana dengannya. Dan sama sekali tak berharap dia juga rasakan hal yang sama. Aku hanya muak, muak dengan ingatanku. Bayangannya selalu muncul, padahal aku tau mungkin dia tidak pernah mengalami yang aku rasakan. Aku tanpa sengaja terus terfikirkannya, padahal belum tentu dia juga begitu. Bodoh memang. Ya, aku bodoh. Cukup Allah saja yang menjaganya. Allah lebih tau yang terbaik”
A:”Cinta seringkali memang bodoh. Tapi itu lah manisnya perasaan cinta”
B:”Doakan saja”
A:”Doakan apa?”
B:”Doakan aku berhasil lupa. Lupa jika perasaanku untuknya terlanjur subur”
A:”Aku ingin kalian bersatu”
B:”Masa depan adalah misteri”
A:”Semisterius perasaanya kepadamu kan. Dia begitu misterius. Hanya saja aku tidak akan rela jika karenanya kamu sakit. Jika benar begitu, aku siap memberikan pilihan sejuta pria baik lainnya sesuai criteria mu”
B:”Ahhaha, kamu berlebihan. Ikuti saja kemana alirnya membawa mu untuk bertemu yang sejati”
A:”Aku tidak sanggup menjadi kamu”
B:”Karenanya namaku B dan kamu A. Haha”


Dan perbincangan pun berakhir ~

Apa yang kamu tangkap? 
Satu kesimpulan dari saya, cinta itu abstrak. Dan kamu tidak perlu selalu memaksakan apa yang kamu kehendaki untuk bisa kamu genggam. Terkadang sesuatu yang kamu sayangi itu jauh lebih baik jika tidak menjadi bagian hidupmu. Jangan egois 
Susah memang, apalagi untuk berlapang dada. Makanya, jangan cuma nonton barbie. Haha
ending ceritanya kebanyakan ketebak, si barbie pasti akan bersanding dengan pangeran nya.



"You Are The Apple of My Eyes" bisa jadi referensi film cinta, emm maksud saya setulus-tulusnya cinta. Yang sensitif dijamin nangis :" , yang keras hati bisa jadi benci sama tokohnya :" , Mungkin kalian akan protes sama ending nya. Tapi plissssss, jangan langsung liat ending nya kalau mau nonton, tonton dari awal -__-

Halah makin ngawur..
Sudah dicukupkan :)

Wassalam
16.10.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Write to remember "HOPE"

Assalamualaikum

Hai dear..

Sudah tengah malam tapi mata ini tetap melek 100%. Ya ampun..
Kebetulan saya habis ngerjain tugas kelompok RPL, dan berhubung sudah saya kirim ke bos geng. Jadi saatnya menuangkan inspirasi. Seperti ilmu yang saya dapat dari pelatihan PKM kemarin. Mengutip dari perkataan beliau (narasumber) (hamba Allah) yang kurang lebih begini bunyinya "bawalah selalu catatan dan bolpoin, intinya catat lah cepat-cepat segala ide atau inspirasi yang kalian pikirkan karena kalau ide itu tidak dicatat di ikat, maka inspirasi kalian akan hilang dan musnah". Super sekali *prok prok prok


Jadi, mumpung inspirasi mengalir. Saya tuangkanlah kalimat yang berkeliaran diotak saya dilapak ini. Haha..Sebenernya sih banyak hal yang mau dituangin, tapi daripada kepenuhan nanti malah melumer kemana-mana. Lebih baik satu per satu aja lah ya :)

Oke, lets talk about "HOPE"
kamu tau itu? ya HARAPAN. Semua manusia saya yakin punya harapan. Apa bedanya? bedanya adalah bagaimana usaha mereka untuk mewujudkan harapannya masing-masing. Ada yang pasrah, ada yang menggebu-gebu. Macam-macam lah, namanya juga manusia. Pola pikir nya berbeda-beda satu sama lain. 

Apa harapanmu?
Oh plissss "Sukses dunia akhirat" itu benar-benar oke, tapi terlalu mainstream -_-
Saya beri waktu 5 menit untuk kamu menyebutkan harapanmu. Mulai dari... SEKARANG!

10 detik

1 menit



3 menit


WAKTU HABIS!


Wissss, kamu punya harapan yang sangat menawan :)
Aamiin ya, semoga apa yang kamu harapkan tadi menjadi kenyataan.
Allah tidak tuli, Allah sayang kita :)

Berbicara tentang harapan, rasanya 5 menit ga cukup untuk saya. *serakah nih :p
Saya punya 1 bagian harapan yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa harapan yang terpecah lagi menjadi beberapa harapan. Dan kesemuanya terkait satu sama lain. Intinya demi kebaikan saya sendiri, agar dari kebaikan yang saya miliki dapat saya bagikan kepada orang-orang terdekat dan tersayang bagi saya. Harapan saya sebenarnya ga muluk. Saya hanya ingin terus menjadi pribadi yang baik, yang tau diri, yang jauh dari benci, dengki, sombong dan penyakit hati lainnya. Saya ingin mewarisi watak yang dimiliki khadijah, saya ingin mewarisi kesabaran seorang fatimah, walau saya tau rasanya ga mungkin saya bisa menyetarakan "apa yang saya miliki" dan "apa yang mereka miliki". Setidaknya saya berusaha.

Saya percaya dengan hukum cermin. Klise memang saat saya harus mengakui saya ingin memiliki keluarga bahagia. Diawali dengan lulus kuliah tepat waktu. Langsung bekerja. Menemukan pasangan hidup yang sholeh, cocok, klik, oke, cucok, ga perlu ganteng dimata orang lain tapi ganteng dimata saya :p, ga perlu sempurna bagi orang lain tapi begitu sempurna bagi saya..kemudian memiliki keturunan yang tau mana benar mana salah, menjunjung budaya timur, menghormati dan berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negaranya, diselimuti dengan kesabaran, dan tertanam ketulusan dalam dirinya. Masya Allah, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan? Semoga Allah berkenan menitipkan kepada hamba "puzzle" hidup hamba yang belum hamba temukan seperti yang hamba harapkan tadi. Aamiin :)  

Kemudian memiliki menantu, cucu, cicit yang semuanya dalam kebaikan-Mu. Meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Bertemu kembali dengan pasangan hidup di Surga-Nya. Masya Allah.
Sempurnanya rencana yang saya buat. Ya, memang menuliskan sebuah rencana memang mudah. Ya, aamiin-kan ya :)

Suatu hari nanti, tepat pukul saat ini. Mungkin saya sedang menatap wajah suami saya yang sedang terlelap sambil tersenyum sembari mensyukuri anugrah dari Allah, ya anugrah itu adalah dirinya. Mungkin, tepat jam segini. Saya sedang menemani suami saya yang sedang lembur dengan pekerjaannya, jika tidak mengganggu mungkin akan saya bantu dengan "pijitan" :) . Atau, mungkin jam segini, saya sedang asik bercanda dengan dia karena kami sama-sama terbangun tengah malam. Atau mungkin tepat waktu ini, saya dan suami saya bersiap wudhu untuk tahajud bersama. Atau, tepat jam segini, saya sedang mengamati buah hati kami sambil mengecup kening nya sembari berdoa kepada Allah untuk terus menjaga bidadari dan pangeran kecil saya ini :')
Ya Allah, romantisnya keluarga bayangan saya ini ^ ^
Ya..suatu saat nanti. Pasti akan saya jadikan rumah kami layaknya surga. Penuh kasih, dan bahagia.

Apalagi jika kami mendapatkan hunian kami dengan jerih payah bersama, oh romantis benar :')
Coba kamu bayangkan, ketika kamu dan pasanganmu memulai semuanya dari 0.
berjuang bersama untuk masa depan yang layak.
kemudian usaha itu tidak sia-sia.
kamu berhasil mendapatkan segalanya dari jerih payah berdua.
kamu lewati berbagai cobaan dan godaan bersama-sama.
kamu berhasil melewatinya.
Dan kemudian keluarga kecilmu akan menjadi keluarga yang paling harmonis, kuat, dan bahagia.
Kalian tertawa bersama, saling menyokong satu sama lain, meredam amarah ketika pasanganmu naik darah, menurunkan egomu demi keharmonisan keluarga mu. Membesarkan buah hati kalian bersama-sama, menjaga kesetiaan bahkan sekalipun maut memisahkan kalian.

Oh....romantis benar keluarga mu :')
Oh tidak, maksudku keluarga ku :')



Tulisan ini akan menjadi saksi, bagaimana janjiku untuk selalu menyelimuti keluargaku kelak dengan kasih sayang. Bagaimana aku merancang hunian kami serasa surga dunia. Ya...
16 Oktober 2013
12.35 AM

Insya Allah, jika Allah memberiku umur panjang. Dan jika Allah sudi mempertemukan ku dengan tokoh-tokoh penting dalam rancangan kisahku :)
Itu lah secuil harapanku, semoga Kau berkenan mengabulkan nya ya Allah
AAMIIN

Wassalam :)


15.10.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Allah Bilang...

Assalamualaikum

Hai dear..

How are you today? Alhamdulillah tepat 10 Dzulhijah :)
Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H ya teman-teman muslimin sedunia :D


Long time no see ya kita. Maklum lah, saat ini saya berstatus sebagai mahasiswi semester 5 yang sumpah jadwalnya padat merayap -__-

Dan ciyus deh, pencitraan "kuliah" di ftv dan dunia nyata itu 100% BEDA! 
Trust me.

Yang mereka katakan "fiktif belaka" adalah benar. Fiktif belaka jika didunia nyata kamu cuma nenteng 1 atau 2 buku ditangan. Ngampus cuma ngantin. Dusta -___-



Ya, ga tau sih ya kalau kalian gimana. Intinya kalau dikehidupan saya, pada kenyataanya tugas semakin menggunung, ga jarang walau sudah pakai "ransel" yang isinya udah kaya orang mau naik gunung (buncit),saya tetep harus nenteng map (nah loh). Ga maksud buat bikin parno kamu kamu yang baru mau memasuki dunia perkuliahan sih. Tapi itulah fakta dalam kehidupan saya. Belakangan ini saya disibukkan dengan tugas kuliah yang "aduhai"! ya! ga cuma deadline nya yang mepet, juga harus berkelompok, ga kehitung deh udah berapa macam kelompok, banyaaaaak. Udah gitu saya dan teman-teman juga ikut berpartisipasi dalam PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa), ya sebenernya niat awalnya sih formalitas buat bahan pertimbangan ngajuin beasiswa sih. Doakan ya! haha :D

Next, organisasi. Ya, saya juga seorang organisatoris. Dan saya dan tim ditugaskan untuk berpasrtisipasi diacara Dekan Cup, tepatnya lomba mading 3D dan bertanggung jawab atas Stand Prodi Ilmu Komputer di MIPA expo, selain itu kami juga merangkap dalam tim padus himpunan mahasiswa ilmu komputer. Dengan catatan waktu tetap 24 jam sehari,dan seminggu tetap ada 7 hari. Kebayang? Mari senyum, bismillah :') 
Doakan ya, La hawla wa la quwwata illa billah...

Saya selalu yakin, orang yang terus ditempa, ditekan, diuji, ia adalah orang terpilih.
Why? karena ga semua manusia mampu, ga semua manusia dipercaya, ga semua manusia sanggup.
Allah memberi ujian, pasti ada jalan. Entah dengan proses yang mudah atau rumit.
Tapi saya percaya, semakin rumit jalan yang kita tempuh. Semakin berkualitas pula diri ini.
Semakin banyak masalah yang bisa kita selesaikan dengan baik, semakin dewasa dan bijaksana jua lah kita dibuatnya :)

Kita tau Allah ga suka sama orang-orang munafik, jadi disini saya mau mengakui. Ya, ga jarang saya terfikir "Enak ya jadi dia" atau "Kenapa ya saya ga bisa seperti dia" #Plaakkk
Itu bagian dari ekspresi saya aja sih, bukan berarti beneran nampar diri sendiri. Haha
Trus Ndah? apa maksudnya? Ya itu, kadang nih..eh sering deh..pas lagi diuji gini nih, saya sempet aja kepikir gitu. Apa kalian juga sama? astaghfirullah..mari istighfar. Yuk saling mengingatkan. Namanya manusia, tempatnya khilaf :(
Ya kita sering mengharap jadi orang lain, sebut aja iri..bahkan ga jarang ada aja yang dengki. Naudzubillah..
Semoga kita ga termasuk golongan tadi ya :"

Padahal, coba deh kita pikir, kita ini nih bawaanya "seandainya jadi si A" padahal notabene nya si A itu kan orang lain bagi kita. Tapi kita jarang sadar, padahal bagi si B..kita adalah si A nya si B. Nah loh? Bingung? Pusing? oke saya perjelas, jadi kita itu jarang sadar..kita berharap jadi atau berada diposisi orang lain, padahal bisa jadi..bagi "orang lain" lainnya..kita adalah "orang lain" yang "posisi" nya mereka dambakan :)
Jadi, mari bersyukur. Syukuri apapun yang kita miliki. Ya kalau udah kebablasan mengeluh ya cepet-cepet istighfar aja lah ya. Tenang, Allah kan Maha Pengasih, Maha Pengampun :)
Ambil aja pelajaran dari setiap ujian naik kelas yang kita jalani.

Ya, Hidup adalah pembelajaran.  
Frustasi? Galau? Krisis percaya diri? kalut?
Semua ada obatnya, saking sayangnya Allah pada kita. Allah ga akan tega membiarkan kita kebingungan tanpa pedoman, linglung, ga tau arah. Ya...Allah pun sudah memberikan resep ampuh dalam menghadapi masalah hidup kita. Ingat? ataua belum tau? Sini saya ingatkan :)

Allah bilang kita cuma perlu 
"Sabar dan sholat" :)


“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

 Firman Allah dalam Al Quran Surat Al-Baqarah [2] ayat 45 dan 46


Wassalam
16.9.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Karena "Rupiah"

Assalamualaikum

Selamat malam sob, apa kabar mu? semoga selalu dalam lindungan-Nya. Karena hanya Ia lah yang mampu menjaga mu sekalian dalam lelap mu.
Malam ini aku mau bercerita tentang momen nyata yang pernah aku alami.
Ini kisah nyata, entahlah aku terkesima juga sedih juga tersentuh. Entah karena aku baru mengetahui, atau mungkin karena aku baru membuka mata, semacam pengingat kalau aku harus selalu bersyukur untuk segala yang aku miliki saat ini. "lihatlah! hidup mereka jauh lebih keras dari apa yang pernah kamu alami". Semacam itu lah yang mungkin malaikat katakan kalau aja malaikat bisa langsung berbicara padaku.

Waktu itu, entah kenapa tumben banget kaka ku ngajak makan malam minggu di sekitar Murjani. Tenang, bukan buat ngeceng dan sebagainya. Ya, jujur aja kami kakak beradik ini tipe yang ga suka nongkrong malam-malam. Ya, kami kesini waktu itu murni mau nyobain pentol goreng, jagung bakar, intinya panganan nya yang dikecengin. Wkwkwk... 

Bagi kamu yang belum pernah ke murjani di sabtu malam, sini aku ceritain pengalaman pertama dan terakhir ku (sampai saat ini) di murjani. Ya, suasana malam itu ramai sekali. Banyak muda-mudi yang dimabuk asmara berduaan. Ada juga yang nongkrong bareng temen-temennya. Pakaian mereka eemmmm...ya yang lelaki tertutup, yang perempuan kehabisan bahan (kain). Ada juga baju yang belum selesai dijahit tapi dipakai (read: bolong dibagian punggung). Atau celana jeans seperempat yang harusnya dipakai anak SD yang jatoh nya diatas paha kalau dipakai perempuan umur 15 keatas (read: hotpants). Emmm, sebenernya waktu itu aku agak canggung, ya pertama karena itu kali pertama aku kesana di malam minggu. Yang kedua, ada rasa malu dengan jilbab yang kupakai. Bukan karena malu karena pakai jilbab. Bukan. Tapi malu, karena kebanyakan orang pasti nilai nya negatif. Iya lah, bandingkan..bedakan nemuin perempuan malam minggu di murjani sama nemuin perempuan pakai jilbab dimasjid? Ya, begitu lah perasaanku waktu itu. Tapi, ya niat nya kan cuma makan doang. Yaudahlah ya Allah Maha tau. 

Akhirnya aku dan kaka ku pesan pentol goreng, otak-otak, jagung bakar dan minuman. Sambil menunggu pesanan kami datang, dibawah cahaya remang. Aku masih aja mengamati pemandanganku. Terbesit dibenak ku, ya Allah ini masa ku. Gimana masa anak ku? Gimana masa cucuku nanti? Apa aku bisa membimbing mereka agar mereka bisa memilah mana baik dan buruk sebagaimana yang ibu ajarkan?! Lamunanku kemudian terhenti karena tiba-tiba ada beberapa anak kecil yang mendatangi meja kami. Tanpa jeda, tanpa komando. Mereka serempak menyanyikan sebuah lagu yang sama sekali asing terdengar ditelingaku. Sambil mereka nyanyikan lagu itu, mataku tak lepas untuk memperhatikan mereka bernyanyi dengan penuh semangat sambil membawa kecekan yang terbuat dari kayu dan tutup botol minuman soda yang dilempengkan dan kemudian di rapatkan dan dihubungkan dengan paku. Penampilan mereka begitu...emmm..aku harus bilang ini..tak terawat, bisa kuliat debu menempel diwajah mereka, penampilan mereka seperti tidak mandi 3 hari. Pakaian mereka lusuh. Bocah laki-laki itu memakai setelan bergambar power ranger namun sudah lusuh. Sementara adik perempuannya menggunakan leging panjang dan atasan panjang yang juga lusuh bergambar barbie. 

Setelah mereka terlihat telah selesai memamerkan kebolehannya dalam bernyanyi. Aku pun memberikan rupiah kepada mereka, karena aku tau karena "rupiah" lah mereka mau bernyanyi saat itu didepanku. Tapi tak sekedar memberi mereka rupiah. Perlahan, rasa ingin tau ku pun mendorongku untuk berinteraksi dengan mereka. Dimulai dengan kata "Hai dek" , kemudian aku bertanya siapa namanya. Entahlah, mereka malu, atau baru kali ini ada yang menanyakan mereka. Yang jelas mereka terlihat canggung dan bingung saat aku mulai mengajak mereka berkomunikasi. Akhirnya si kakak (bocah laki-laki) itu memulai respon pertamanya. Dengan masih saling dorong-dorongan mereka akhirnya memperkenalkan diri, aku pun jadi tertawa melihat tingkah mereka yang lucu menurutku. Begitu lugu dan polos. Apa tampang ku waktu itu seperti mau menculik anak-anak? -___- , ga deh ya...perasaan aku pasang wajah welcome + senyum manis pelengkap sebagai bumbu pelengkap agar mereka mau berinteraksi dengan ku #Tttsaah


Lanjut...Setelah memperkenalkan namanya, aku pun mulai bertanya "ade berdua aja? berani ya?" mereka pun menjawab "kada ka, lawan mama jua ada". Dari situ aku tau, mereka suku banjar. Oke, alih bahasa. Pertanyaanku pun berlanjut "Loh? mama nya mana? kok ga sama ade?", si kaka pun menjawab "mama ngamen jua di sebelah sana ka ae" (sambil menunjuk sisi lain lapangan murjani". Rasa ingin tau ku semakin dalam, "oooh, ade sekolah? kelas berapa?", lagi lagi si kaka yang menjawab "ulun kelas 2, ading masuk nol besar ka". Aku mulai trenyuh...Mereka masih kecil, tapi sudah harus mencari rupiah seperti ini. Memang, mungkin banyak yang bernasib seperti mereka. Tapi ini adalah kali pertama ku berinteraksi langsung dengan orang-orang seperti mereka. Aku ajukan pertanyaan lagi "Dimana rumah ade?", dan jawaban yang aku dapatkan sangat mengejutkan ku...diluar perkiraan..aku benar-benar ga habis pikir.. Si kaka menjawab "Di kelayan, Banjarmasin ka". Hah?????? mereka kaget karena membuatku kaget sampai terkaget-kaget. Nah loh... serius, kaget. Aku ga habis pikir mereka bisa sampai disini, demi rupiah. Melampaui berkilo-kilo meter untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengais rupiah ditengah keramaian murjani yang memang tempat yang ga pernah sepi, lebih-lebih malam minggu. Aku makin penasaran "Trus kesini nya gimana? nginap?" , "kada ka ae, ulun ading lawan mama pp dari bjm-bjb-bjm lagi. Betaksi hijau tuh tadi sore, kena tengah malam mun kada parak subuh ae kami bulik begana dulu disini"...aku speechless. Cuma bisa mengamati mereka dan diam. Kami sama-sama terdiam. Sampai akhirnya bocah laki-laki itu menyadarkanku "ka, kami mutar lagi lah. makasih ka" sambil senyum kepada ku dan kaka ku. Aku cuma bisa membalas dengan senyum tulus untuk mereka. Ada rasa kasihan, sedih, bangga, yang pasti aku tau betapa tegar nya mereka, dan usaha mereka mendapatkan rupiah, aku lebih suka. Daripada sekedar mengemis. Entahlah, aku kurang suka dengan pengemis. Ya, memang aku ga pernah merasakan menjadi mereka, diposisi mereka. Tapi kalau boleh menilai, mereka seakan lupa dengan indra yang telah Tuhan beri. Mereka terlalu mudah menyerah dengan keadaan dan mengambil jalan pintas untuk memakmurkan mereka dengan memalaskan diri mereka. Padahal begitu banyak hal yang bisa mereka lakukan dengan indra yang Allah beri. Mereka sama aja tidak mensyukuri apa yang Allah beri. Apresiasiku lebih kuberikan kepada pengamen. Setidaknya mereka berusaha. Bukan mengemis. 

Ya Allah, kenapa aku belum bisa juga ikhlas dan bersyukur sebersyukurnya? sedangkan mereka disana jauh lebih keras hidupnya. Tapi mereka masih bisa ceria, masih bisa tertawa dan berusaha. Pengalamanku kali ini benar-benar membuka mata ku. Bahwa aku ga seharusnya rajin mengeluh. Karena aku dengan kelebihan dan keterbatasan yang kumiliki. Ini lah yang Allah beri. Ini lah yang menurut Allah aku butuhkan. Ini lah yang pantas aku dapatkan. Dan ini lah yang Allah tuliskan untuk ku. Mengapa aku masih mengintip hidup orang lain yang menurutku lebih makmur dan bahagia daripada duniaku? bukan kah setiap orang sudah memiliki porsinya masing-masing? dan tidak mungkin tertukar? Ya, aku tau itu. Tapi aku masih aja sering khilaf untuk mengeluh. Ampuni aku ya Allah. Pengalamanku kali ini benar-benar memberiku pelajaran bahwa ga seharusnya kita melihat keatas yang justru akan membuat kita galau dan protes. Seyogyanya kita melihat kebawah, dan lihatlah seberapa beruntung kita ini? Alhamdulillah...

Mari bersyukur....
Semenjak kejadian pertama itu, tiap ada pengamen anak kecil pasti ku introgasi.

Ya, aku tertarik dengan kehidupan mereka. Aku ingin  tau banyak tentang bagaimana mereka bertahan hidup?
Dan apa kekuatan mereka? Karena aku ga jamin, apa aku bisa sekuat mereka jika aku ada diposisi mereka?


"Menarilah dan terus tertawa, 
walau dunia tak seindah surga.
Bersyukurlah pada yang Kuasa.
Cinta kita didunia, selamanya...."


Semoga cerita sekaligus pengalaman ku ini dapat memberikan hikmah positif yang bisa diambil ya :)
jangan lupa bersyukur :)


Wassalam
10.9.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

Hari Ke-9 di Bulan Ke-9

Assalamualaikum


Hai sob, lama ya ga cuap-cuap disini. Untung aja ga sampe kebentuk nih sarang laba-laba. 
Dilihat dari judul itu menunjukan ke 9 September. Yap! Betul sekali. Kali ini aku mau berbagi cerita dan kisah ku tentang tanggal itu. Ya, tanggal yang Alhamdulillah sangat berkesan buatku, ya walau pun tanggal lainnya juga berkesan sih. Hehe



Di 9 September, tepatnya 20 tahun + 1 hari yang lalu. Orang yang paling berharga diduniaku, malaikatku yang sering ku panggil "ibu" melahirkan aku dengan selamat. Simple nya, kemarin (9 September 2013) Alhamdulillah Allah masih memberikanku kesempatan untuk sampai di usia ke-20 Tahun ini. Simple nya lagi, kemarin aku ulang tanggal dan bulan kelahiran :) *Cieeeee
Mana doanya? minta doanya ya dari kamu :)



Jujur aja, sepanjang perjalanan hidupku. Usia ke-20 tahun ini lah yang diluar perkiraanku. Dalam artian, aku benar-benar merasakan perhatian dari orang-orang disekelilingku. Iya, memang sih ga setiap tahun ulang tahun ku dirayakan, yang terbesar ya pas umur 5 tahun *kalo ga salah. Selebihnya selalu aja sahabat-sahabat dan keluarga ku yang ngasih kejutan. Dan tahun ini adalah tahun yang paling mengejutkan. Serius...diluar pikiran, diluar prediksi. Ga seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti biasa...khususnya orang-orang terdekatku selalu memberikan ucapan selamat ulang tahun tepat tengah malam *padahal aku nya tidur :|
Emmm...ya tapi itu semacam ritual yang tiap tahun nya aku dapatin. Kejutan standar berupa kue dan lilin pun sudah biasa ku terima. Jadi, awalnya aku fikir, tahun ini pun begitu adanya. 



Sehari sebelum ulang tahun ku, tiba-tiba aja kaka ku datang memberiku sureprise kue tart+ lilin ..ya walau belum hari H nya, tapi aku hargai itu. Karena senin pagi kaka ku harus ngantor kan ya. Kediamannya pun di kalteng, jadi ga mungkin pas hari H dia disini, dan kebetulan kaka iparku juga ultah di bulan ini. Jadi sekalian :D :) 
Sayang banget deh sama kakaku ini :*
Makasih uwii (panggilan kesayangan) ...

Hari minggu (8 September) berlalu.. awalnya biasa aja, habis nyimak opening miss world, aku juga udah ngantuk, ya langsung cus tidur. Ya, soalnya aku bukan tipe yang sengaja nungguin jam 12 malem buat menanti siapa sih yang pertama kali ngucapin. Ya, prasaan ga perlu melek juga kan ya, toh dari waktu pengirimannya juga kliatan kan -_-"
Tidur lah seperti biasanya, kurang lebih hampir mau subuh aku terbangun dari tidurku. Ya, semacam default. Aku memang biasa bangun tidur ngecek hp. Yap, mulai bermunculan ucapan2 selamat ulang tahun. Dan ga nyangka sih kamu yang pertama ngucapin. Haha... , masih dalam kondisi setengah sadar, ngumpulin nyawa, ngedenger pagar dibuka subuh-subuh itu udah biasa bagiku. Ya, bapak memang biasa buka pagar rumah, masuk kedalam, masuk kekamar ku buat matiin lampu teras luar. Itu udah biasa. Jadi ga ada rasa curiga sama sekali, karena kebetulan aku masih berhalangan, ya tidur lagi kan ya. Ups.. tau nya, aku denger pintu kamarku dibuka. Ya sudah biasa pikirku, pasti bapak. Tapi kok ini mata yang pejam silau sama cahaya yang asing. Daaaaaaaaaaaaaaan hadir lah sahabat-sahabat ku tercinta...iphai, sipa, ira dan ibu yang tiba-tiba datang dengan kue tart+lilin masuk kekamar ku sambil bernyanyi "selamat ulang tahun". Oh God.... Bentuk ku waktu itu abstrak banget, rambut kaya kuntilanak panjang terurai, mata juga masih sipit maksimal, otak juga masih setengah sadar. Aaaaaaaaaaaaaaaa speechless... sayang kalian girls :') :*
Tapi jangan sedih, aku tau mereka pasti mau dokumentasiin. Ya, kalau ada yang tanya "Ndah, kamu pernah pake jilbab tapi koloran aja?" iya pernah! kemaren -_- . Ya gimana, tetep mau eksis tapi harus dong kepala ketutup. Ya ga sempet juga nyari celana panjang atau rok. Ya seadanya aja. Benar-benar kostum yang abstrak, jilbab-an alakadarnya, kaos oblong doang dilapisi jaket + celana pendek. Tapi tenang, ga keliatan dong..wkwkwk. Makasih banget buat kalian, sayang banget sama kalian...sebenernya aku bukan tipe orang yang ngarepin sureprise, bagiku...doa yang tulus dan sungguh-sungguh untuk ku aja udah cukup. Tapi kalian beri lebih. Makasih :))



Tetep eksis dalam keadaan shock, ngumpulin nyawa, mata masih sipit maksimal, masih dalam perasaan "aku ga tau harus bilang apa"

Makasih banget kado nya, ini aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget. kubawa kemana-mana, ku jaga, ku pakai terus! :)

Hei, umur ku baru 20 tahun. Doa ini pantas nya ditujukan kepada yang sudah siap mental, iman dan materi. Mungkin 3 tahun lagi -_-


Kebetulan hari itu hari senin, kebetulan full kegiatan dikampus. Dari kuliah sampai latihan padus. Intinya, dari pagi sampai sore aku full dikampus. Baru ke sekre buat latihan padus. Jadi, aku sama sekali ga kepikiran kalau bakal dapat keusilan dari temen2. Karena secara logika, jadwal mereka kurang-lebih sama aku. Tapi aku salah -___-
Awalnya biasa, awalnya nampak wajar. Sampaaaaaaai... ketika aku mau ke sekre buat latihan padus. Aku kehilangan motor. Motorku ga ada ditempatnya. Tapi aku bukan anak TK yang polos. Aku sudah pasti tau ini kerjaan temen2 ku. Langsung deh mindset diotak. Jangan sampai nangis. Karena itu harapan mereka! hih! Sorry bro! Aku realistis, logis, dan ga polos! Jangan berharap aku nangis! langsung aja aku labrak tuh..sebut aja ihsan, aa, wahyu, putu, aldi dkk yang dari pulang kuliah tadi nongkrong di gazebo kampus. Aku lontarin pertanyaan mematikan. Sudah jelas! terang banget aku baca mata aa itu bohong banget kalau dia ga tau apa apa. Hih! tapi bukan indah namanya kalau langsung nyerah gitu aja. Aku puterin itu parkiran. Daan ktemu! B)
-__- ya ampun, itu sengaja banget stiker keropi ku ditutupin jaket, plat belakang diganti pakai plat ihsan, helm ku dituker. Intinya biar aku ga ngenalin motorku. Aku ke sekre dalam keadaan tanpa plat belakang terpasang. Belum selesai disitu. Mau pergi aja ampun deh susahnya, aku dicegat. Kunci motorku diambil, di lempar sana sini, dan begitu aku ga bisa kemana-mana. Itu Septiadi puas banget nyiram air sirup paman pentol kampus ke badan ku. BASAH!!! T.T
Seumur-umur... baru kali ini aku dikerjain sebegitunya.. pokonya panjang deh ceritanya. Ini aja udah panjang. haha..Yap itu tadi cerita ku di hari istimewa ku... :)

Makasih buat kalian yang udah kirim doa, yang udah sebegitu perhatian nya ke aku. Makasih untuk membuatku merasa lebih berarti :)

Wassalam
14.8.13 | By: Indah Ayu Septriyaningrum

3K


Assalamualaikum sob :)

Tik tik tik bunyi hujan diatas genteng..

yap! cuaca sedang hujan saat aku menulis tulisan ini.
Niatnya mau nyambung ngoceh kemaren malam, etapi keburu diajak ibu bapak keliling *masih lebaran. Haha

Oke, kembali ke topik inspirasi tulisan ini. 3K? Apa sih Ndah? 
Apa ya.. ehem! Ini tentang "Komitmen", "Konsekuensi" dan "Konsisten"
Iya, jadi aku akan berbagi kisah pribadi ku tentang 3K tadi. 
Jangan heran kalau yang aku posting kebanyakan adalah pengalaman pribadi, ya gimana...aku bukan yang pandai merangkai kata dengan bentuk penyuguhan yang baku gitu lah, tapi cukup romantis pada waktunya :| #eh

well...

Pernah ga sih kamu dilema?  Pernah juga ga sih kamu galau? (pasti banyak yang ngangguk nih, minimal mengiyakan dalam hati deh :p)
Pernah denger "ga ada asap kalau ga ada api" atau "selalu ada sebab untuk akibat"?
Nah! Jadi nih, menurut teori suka suka ku, dilema dan kawan-kawan tadi adalah salah satu cikal bakal pembentuk...alias the reason why ..kenapa lahir sebuah komitmen, konsekuensi dan konsisten. 

3 K = Komitmen, Konsekuensi dan Konsisten = ketiganya saling terikat dan punya peran penting.
Masih bingung kenapa? ya, menurut pengalaman saya. Seperti lagunya peterpan (sekarang Noah) "tak ada yang abadi". Begitu juga dengan kegalauan dan dilema. Selama-lamanya kamu galau, pasti akan ada titik dimana kamu sadar sesadar sadarnya bahwa "aku ga bisa begini terus, harus berbuat sesuatu". Nah! Itu dia poin awal lahirnya namanya "Komitmen". Komitmen itu serumpun sama keputusan. Cuma beda kasta dikit aja. Komitmen lebih kece aja gitu dibilangnya sedangkan secara tradisonal nya kita sebut keputusan #halah. Keputusan hidup yang menentukan masa depan mu. Ingat, masa depan. Kita berbicara tentang masa depan. So, kita harus berpikir dengan kepala dingin, menimbang, dan membuat hipotesis tentang apa yang akan terjadi jika kita ambil keputusan A, B atau C. 

Sulit memang, tapi ingat "life is choice" ya...hidup adalah pilihan. Dan dibalik pilihan selalu ada bayangan yang kita sebut "konsekuensi", sama kaya komitmen..konseskuensi juga serumpun sama resiko. Cuma beda kasta dikit ...*cut! udah ga usah diterusin Ndah...ga penting..hha.
Oke, back to the theory. Yup, yang namanya pilihan selalu ada resiko yang harus kita hadapi. Entah baik atau malah buruk. Khususnya bagi perasaan kita *tssah (dasar wanita..hih). Nah disinilah tingkat kedewasaan kita diuji. Tentang setangguh dan seberani apa kita menentukan pilihan. Tentang bagaimana caranya kita menyikapi resiko yang ditimbulkan si pilihan tadi. Dan tentang bagaimana kita menyetir kehidupan kita menuju hidup yang kita inginkan. Our direction! yeah! \m/

Konsistensi...sudah kenalan? mari PDKT..konsistensi kata dasarnya dari kata KONSISTEN.(Yaiyalah..anak SD juga tau -_-) .Forget it..
Hmmm, ya ya ya jadi setelah sukses membuat komitmen dan berani mengahadapi konsekuensi nya...sekarang buktikan bahwa kamu adalah pribadi yang bertanggung jawab. Minimal pada dirimu sendiri. ya..ini kan hidupmu. Karena, apalah arti komitmen tanpa konsisten. Apalah arti berani dan tangguh menghadapi konsekuensi kalau ga konsisten? Komitmen abal-abal itu mah namanya. Kamu perlu evaluasi diri kalau gitu keadaannya. Hmmm

Nah, itu tadi sekilas dan secuil teori suka suka ku tentang 3K. 
Namanya juga teori, selalu lebih mudah daripada prakteknya. Hiks
Begitu juga aku, bukan munafik atau sok menggurui. Ya pada dasarnya, segala apa yang aku curahkan diblog ini selain berbagi juga emm apa ya...#SelfNote ! Nah itu...Jadi aku juga mengingatkan diri sendiri sesuai dengan apa yang pernah aku tulis. Kurang lebih sih begitu.

Pada kenyataannya, saat ini emmm tepatnya beberapa waktu lalu saya dihadapkan dengan 2 pilihan yang selalu mengisi otak dan hati saya #eeaaaa
Ibarat kartun, mungkin diatas kepala saya sudah berhadir dua opsi yang selalu "diganang" kata orang banjar. Haha...
Dan klimaks nya adalah "cepat atau lambat, aku harus bertindak". Haha, mirip kan sama teori diatas tadi? Ya jelas, namanya juga kutipan hidup ku ..haha
Jadi, sebenernya bukan menghindar dari masalah, atau justru mengambil langkah paling praktis. Tapi masing-masing pilihan sudah aku pikirkan matang-matang. Kalau aku memilih A maka akan begini. Dan kalau aku memilih B maka akan begitu. Jeng jeng jeeeeeeng....jika diibaratkan, aku berada diantara persimpangan jalan, dan ga pernah tau apa yang akan aku hadapi dijalan yang nanti aku pilih. ITU. Seperti ITU lah rasanya. 


Walhasil, dipersimpangan antara belok kanan atau belok kiri. Ya aku pilih jalan lurus terus aja lah ya. Daripada waktu ku habis untuk berdiam dan stuck dipersimpangan jalan, dan terlalu lama memikirkan belok kanan atau kiri. Toh kedua jalan itu pun ga ada yang menawarkan kepastian hidup. Sedangkan bisa jadi, jalan lurus terus didepan ku ini bisa mempertemukan ku dengan kepastian hidup. Tanpa praduga, tanpa asa yang terlalu tinggi, atau mimpi yang hanya akan sekedar menjadi mimpi. Seperti itulah kondisinya, bisa jadi.. bisa jadi di jalan lurus didepan mata ku ini aku dipertemukan dengan kemudahan yang mengantarkanku kepada tujuan hidupku, kebahagiaan. Tapi, kembali lagi seperti yang ku bilang tadi, Kita ga pernah tau apa yang akan kita temui dan bagaimana akhir perjalanan kita. Tapi satu yang aku yakini, aku percaya takdir, dan takdir dari Tuhan ku tidak pernah dan tidak mungkin buruk, hanya saja manusia yang mengkondisikan takdirnya sendiri menjadi buruk. Takdir Tuhan memang pasti, tapi kita ga pernah dilarang untuk berusaha merubah takdir. Life is choice *lagi. Tinggal pilih, kamu mau takdir yang baik? ya perbaiki hidupmu. Kamu mau takdir mu sengsara, dalam hitungan detik pun kamu bisa merubah takdirmu menjadi sengsara karena sikap mu sendiri. Jadi, jangan pernah menyalahkan Tuhan mu jika takdirmu ga sesuai maumu, karena kamu hanya sekedar MAU tanpa aksi dan usaha untuk mencapai apa yang kamu MAU. Think again! #tssaaah 

Jadi, bijaksana adalah resep terbaik dari pengambilan sebuah keputusan. Terlebih untuk masa depan. 

Memang, kadang pilihan selalu menggalaukan manusia. Satu hal yang pasti, jangan pernah tinggikan ego mu dalam memilih. Kamu mungkin bisa bahagia jika kamu mendapatkan A, lalu kemudian? apa kamu sudah cukup pantas mendapatkannya? Apa A juga pantas dipilih oleh mu? Apa terjadi simbiosis mutualisme jika kamu memilih A atau mendapatkannya? Atau malah parasitisme? atau kepuasan hanya datang padamu sementara tidak dengan A? mulai ciut? ya begitulah yang saya alami. Ciut! 

Ada kala nya kamu harus merelakan melepas apa yang ingin kamu genggam. Kita berbicara tentang perasaan, ya katanya perempuan itu sensitif *bisa jadi . Katanya, perempuan itu cengeng *Tidak! katanya perempuan itu lemah *TIDAK!. Buktinya ada kok wonder woman, dan itu nyata bagiku. Ibu. Ha! Durhaka kamu ya kalau ga ngangguk! :p

Kembali ke perasaan, hanya dia yang egois yang kekeuh mempertahankan sesuatu yang salah walau sebenarnya membawa kebahagiaan baginya. Dan hanya dia yang munafik yang mengaku "AKU BAIK BAIK AJA" pada scene "Cinta tak harus memiliki"...mungkin maksudnya adalah "MENCOBA BAIK BAIK AJA" :") . Tapi ga sepenuhnya salah, jangan asal ngejudge munafik. Bisa jadi, maksudnya adalah mencoba untuk ga egois. Merelakan dia yang kita sayang pergi, karena bisa jadi dia akan lebih bahagia dan akan hidup lebih baik jika tak bersama kita. Kata orang "untuk menemukan orang yang tepat, kita perlu menemukan orang yang kurang tepat"..Bisa jadi peran "Orang kurang tepat" pada kalimat itu adalah kita :') #Tabah . Atau bisa jadi hanya sebagai mencari kebenaran dari "Kalau jodoh ga kemana", ya kalau dia jodoh kita..dia akan kembali di waktu, tempat dan situasi yang tepat :))

"Ku hanya mencoba bermain apiNamun sulit akhirnya aku padamkanHati kecilku mengatakan ini harus diakhiriSering kudengar suara-suaraBisik menyalahkan diriku..."

Eh ini kenapa jadi asmara.. halah..sudah hentikan..ini mulai menyimpang dari topik. -_-
Daripada makin keluar jalur, yasudah dicukupkan dulu aja kali ya. Lain kali kita sambung lagi sob :')

Wassalam ~